Minggu, 28 Desember 2014

LASER (Light Amplification by Simulated Of Radiation)

Helloo.. lagi iseng iseng buka blog, tapi bingung mau nulis apa >.< maklum lah newbie..
Setelah buka-buka catatan tugas waktu kuliah dulu ketemu deh tentang ini ni.. LASER...
Semoga bermanfaat... Jangan lupa masukan komentar kamu ya :-)
Lets check this out...

Laser adalah sebuah perangkat yang mengeluarkan cahaya melalui satu proses disebut emisi terangsang. Laser adalah kepanjangan dari LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation - Pembesaran Cahaya oleh Pancaran Radiasi yang Terangsang). Laser merupakan perangkat yang menggunakan efek mekanik kuantum, diinduksi atau merangsang emisi, untuk menghasilkan sinar cahaya koheren.

Cahaya laser adalah gelombang elektromagnetik nampak yang berada di dalam kisaran tertentu. Laser merupakan sumber optik yang memancarkan foton dalam sinar koheren. Cahaya laser biasanya monokromatik, misalnya, memiliki panjang gelombang tunggal atau warna, dan dipancarkan dalam pancaran halus. Ini berbeda dengan sumber cahaya biasa, seperti mentol, yang memancarkan photon yang dapat dilihat semua arah, biasanya mencangkupi panjang gelombang spektrum elektromagnetik yang luas. Laser dapat dipahami melalui penggunaan teori mekanika kuantum dan termodinamika.
Kata kerja "to lase" berarti "untuk meghasilkan cahaya jelas (coherent)" atau mungkin "untuk memotong atau merawat dengan cahaya tampak", dan merupakan pembentukan dasar istilah laser.
Ketika ditemukan pada tahun 1960, laser dinilai sebagai "solusi memecahkan masalah". Sejak itu, laser dapat ditemukan dimanapun, sekarang dapat ditemukan di ribuan aplikasi dalam berbagai bidang seperti elektronik, teknologi informasi, penelitian ilmiah, kedokteran, industri dan militer.
Dalam banyak aplikasi, manfaat laser adalah karena sifat fisik mereka seperti konsistensi, monochromaticity dan kemampuan untuk memperoleh kekuatan yang sangat tinggi. Dengan contoh, sinar laser yang sangat koheren dapat difokuskan di bawah batas difraksi pada panjang gelombang terlihat, yang hanya beberapa nanometer. Ketika memfokuskan sinar laser yang kuat pada suatu titik, ia akan menerima kepadatan tinggi. Penggunaan laser untuk merekam gigabyte informasi dalam rongga mikroskopis dari CD, DVD atau Blu-ray. Hal ini juga memungkinkan media laser memiliki intensitas rendah dalam mencapai daya yang sangat tinggi dan menggunakannya untuk memotong, membakar atau sublimasi materi / objek / benda.
Saat ini dikenal tiga jenis laser menurut fase bahan aktif laser, yaitu: 
1.  laser zat padat,  bahan aktifnya berupa zat padat, seperti laser Ruby (694 nm), Laser Nd-YAG, laser semikonduktor (dioda);
2.  laser gas, bahan aktifnya berupa gas, seperti laser N2, laser HeNe (633 nm), laser CO2 (10.600 nm); dan
3.  laser zat cair, bahan aktifnya berupa zat cair, seperti laser zat warna (dye lasers).  
Laser memiliki banyak bidang terapan dan manfaat, seperti di bidang spektroskopi, di bidang komunikasi, di bidang industri, di bidang kedokteran, bahkan di bidang militer.  Banyaknya bidang terapan dan manfaat laser itu terutama karena berkas laser memiliki sifat-sifat yang khas, yaitu tingkat kemonokromatisan yang tinggi, koherensi ruang dan waktu yang tinggi, tingkat keterarahan (directionality) yang  tinggi,  intensitas (brigthness) yang tinggi, dan durasi yang pendek (short time duration) untuk laser pulsa.
Khusus dalam bidang spektroskopi, spektroskopi atom dengan laser merupakan metode eksperimen yang memberikan hasil yang relatif akurat dan dengan resolusi yang tinggi mengenai struktur atom.
Semua sinar di dalam laser berada dalam step. Yaitu, kulit satu berkas sinar berbaris dengan kerak dari semua sinar lain. Ketika cahaya berada dalam step seperti ini, cahaya saling menguatkan. Itulah sebabnya sinar laser sangat kuat. Sinar laser berawal di dalam alat laser dari berkas cahaya lemah yang mempunyai panjang gelombang yang sama dengan sinar itu.
Sampai saat ini telah dikembangkan berbagai jenis laser dengan jenis medium laser yang bervariasi. Secara umum laser diklasifikasi menurut jenis mediumnya menjadi 4 tipe, yaitu doped insulator, semikonduktor laser gas, dan liquid (cair).
1.  Kedokteran. Laser doped insulator menggunakan bahan padat yang atom-atomnya berbentuk kristal sebagai medium lasernya. Laser jenis ini sangat kuat, mudah perawatannya, dan dapat menghasilkan daya yang tinggi. Contohnya, laser ruby dan laser Nd YAG. Kedua jenis laser ini banyak digunakan dalam dunia medis (kedokteran). Laser Candela SPLT-1B Vascular banyak digunakan untuk menghancurkan kelainan kulit berwarna merah. Laser Medlite IV Nd YAG untuk menghilangkan segala pigmentasi (misalnya bercak cokelat dan hitam di wajah, juga tato dengan pelbagai warna).
2.  Serat Optik. Laser semikonduktor menggunakan sambungan p-n sebagai mediumnya. Contoh bahan semikonduktor yang banyak dipakai adalah InGaAsp (Indium_Galium-Arsen-Phosphor). Laser jenis ini yang paling banyak digunakan dalam sistem komunikasi serat optik karena kelebihannya dalam hal ukuran, tegangan listrik yang diperlukan, dan harganya yang relatif lebih murah.
3.  Kecantikan. Laser gas yang banyak digunakan, misalnya gas Helium-Neon, akan menghasilkan laser lembut berwarna merah berdaya rendah. Laser arsen menghasilkan warna biru. Kripton menghasilkan laser berwarna hijau atau uap air menghasilkan laser inframerah. Laser ini digunakan untuk merangsang penyembuhan kulit/ luka, pertumbuhan rambut, merangsang pigmentasi normal, dan mencegah perut luka. Laser karbon dioksida menghasilkan laser inframerah berdaya tinggi.
4.  Pembedahan. Jenis laser lain yang banyak digunakan di dunia kedokteran adalah laser Sharpan Sure Touch karbon dioksida yang merupakan salah satu laser karbon dioksida terbaik di dunia. Pembedahan menggunakan laser karbondioksida membuat pendarahan minimal, lebih singkat, penyembuhan lebih nyaman dan lebih cepat. Laser jenis inilah yang sebenarnya sering digunakan untuk khitan di Indonesia.
Saat ini laser dengan bahan cair dan laser dye sebagai medium telah dikembangkan. Laser dye ini banyak digunakan untuk keperluan spektroskopi dan penelitian reaksi kimia. (Amien Nugroho, pegiat populerisasi sains, tinggal di Bantul- 80).
Meskipun ada kelebihannya, laser pun memiliki kekurangan:
1.  Penyinaran dengan laser biasanya tidak bisa dilakukan hanya sekali melainkan berulang kali. Padahal biaya untuk sekali penyinaran relatif mahal. Penentuan jumlah tindakan ini sifatnya sangat individual tergantung pada jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Hal ini baru diketahui setelah dilakukan observasi.
2.  Efek samping penggunaan laser yang sering dilaporkan adalah munculnya rasa panas setelah dilakukan penyinaran. Hal ini disebabkan karena paparan sinar laser yang terserap ke jaringan tubuh akan diubah menjadi energi panas sehingga timbul perasaan panas. Namun, hal ini bisa diatasi dengan keakuratan penyinaran. Untuk itulah penyinaran laser harus dilakukan oleh ahli terlatih. Misalnya oleh dokter yang memang sudah mendalami penggunaan teknologi laser. "Penggunaan laser harus sesuai dengan jenis kelainan, kekuatan laser, dan lama pajanannya. Bila keliru maka efek samping bisa saja muncul.
3.  Tindakan laser membutuhkan syarat tertentu. Misalnya, di ruang penyinaran sebaiknya tidak terdapat alkohol dan produk lain yang mengandung alkohol seperti hair spray, minyak wangi, antiseptik, atau lainnya. Untuk itu baik dokter, pasien, maupun orang tua pasien, sebaiknya bersih dari bahan-bahan tersebut. Bila sinar laser ini memantul, tak mustahil akan membakar benda atau bagian-bagian yang mengandung alkohol.


Daftar Pustaka
Anonim. 2008. Prinsip Dasar Laser. http://www.oocities.org/ikhsan75/prinsiplaser.htm, diakses tanggal 8 Mei 2012
Nawazir. 2012. Pengertian Laser dan Definisi Laser. http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2285157-pengertian-laser-dan-definisi-laser/, diakses tanggal 8 Mei 2012